Kepala Dinas Kesehatan Bombana Minta Maaf atas Kasus Dugaan Penelantaran Pasien di Puskesmas Rarowatu
Kepala Dinas Kesehatan Bombana Minta Maaf atas Kasus Dugaan Penelantaran Pasien di Puskesmas Rarowatu
Sultrahitz.com, Selasa, 07 April 2026
Sultrahitz.com Bombana – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Fatmiati Rinambo, menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien terkait kasus viral dugaan penelantaran pasien di Puskesmas Rarowatu yang terjadi pada Kamis (2/4/2026).
“Atas nama Dinas Kesehatan, kami menyampaikan simpati dan permohonan maaf yang mendalam kepada keluarga pasien atas ketidaknyamanan serta situasi sulit yang dialami,” ujar Fatmiati dalam keterangannya.
Meski demikian, pihaknya juga memberikan klarifikasi terkait status layanan Puskesmas Rarowatu. Mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Puskesmas, terdapat perbedaan fungsi antara puskesmas rawat inap dan non rawat inap.
Fatmiati menjelaskan, Puskesmas Rarowatu merupakan puskesmas non rawat inap yang memiliki keterbatasan jam operasional dan tidak disiapkan untuk pelayanan medis 24 jam.
“Status tersebut membuat fasilitas ini tidak memiliki layanan rawat inap dan tidak selalu siaga penuh selama 24 jam,” jelasnya.
Saat ini, Dinas Kesehatan Bombana tengah melakukan evaluasi internal serta pemeriksaan disiplin terhadap manajemen Puskesmas Rarowatu. Selain itu, surat teguran tertulis juga telah diberikan kepada kepala puskesmas.
Ia menegaskan, jika ditemukan adanya kelalaian atau pembiaran yang berdampak serius terhadap keselamatan pasien, pihaknya tidak akan ragu mengambil langkah tegas, termasuk evaluasi jabatan pimpinan puskesmas.
“Kami berkomitmen untuk terus berbenah. Keselamatan dan kesehatan masyarakat Bombana adalah prioritas utama kami,” tegasnya.
Sebelumnya, warga Kabupaten Bombana dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan dugaan lambannya penanganan terhadap seorang korban kecelakaan di Puskesmas Rarowatu.
Dalam video tersebut, keluarga korban mengaku tidak menemukan petugas kesehatan saat tiba di puskesmas pada pagi hari. Mereka juga menyebut telah berupaya menghubungi tenaga kesehatan, namun tidak mendapat respons yang memungkinkan penanganan segera.
Korban diketahui mengalami kecelakaan sejak subuh dan dibawa ke puskesmas sekitar pukul 07.00 WITA. Karena tidak memperoleh pelayanan, keluarga akhirnya membawa korban ke fasilitas kesehatan lain. Korban dilaporkan mengalami dugaan patah tulang.
Kasus ini pun memicu sorotan publik dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat puskesmas.
Laporan Tim Redaksi